Enam Tewas dalam Penembakan di Krakow, Polandia
Enam orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka setelah seorang pria bersenjata mengenakan pakaian militer mengendarai mobil ke Main Market Square di Krakow, Polandia, dan melepaskan tembakan secara acak ke arah warga serta wisatawan.
Serangan pada hari Sabtu tersebut mengejutkan publik di Polandia, sebuah negara yang selama ini dianggap lebih aman dibandingkan banyak negara tetangga di Eropa Barat. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik menyusul serangkaian insiden penusukan di sekolah pada bulan Oktober.
Seorang pria bersenjata yang merupakan warga negara Polandia mengemudikan kendaraannya ke alun-alun utama kota dan mulai memberondongkan tembakan. Pelaku yang mengenakan pakaian militer tersebut membawa senjata laras panjang, sementara polisi menemukan sejumlah senjata api lainnya serta sejumlah besar amunisi di dalam mobilnya.
Aparat kepolisian segera melumpuhkan dan menembak pelaku di lokasi kejadian.
Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski menyatakan bahwa segala indikasi menunjukkan pelaku memiliki pandangan yang sangat radikal dan terobsesi dengan ideologi sayap kanan. Aparat penegak hukum juga memperketat pengamanan di sekitar sebuah gedung apartemen di Ostrowiec Swietokrzyski yang merupakan tempat tinggal pelaku.

Selain itu, pihak kepolisian dan seorang pejabat setempat mengungkapkan bahwa orang tua serta saudara perempuan dari tersangka ditemukan tewas di kediaman mereka. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang bertolak ke Krakow setelah serangan tersebut, menyebut peristiwa ini sebagai penembakan tragis dan menyatakan bahwa polisi tengah menyelidiki seluruh keadaan terkait.
Menindaklanjuti peristiwa tragis tersebut, Presiden Republik Polandia Karol Nawrocki memulai prosedur resmi untuk menetapkan hari berkabung nasional selama dua hari yang berlangsung pada 8 dan 9 November. Keamanan di seluruh wilayah juga semakin diperketat.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa mendalam atas penembakan mengerikan tersebut. Ia menilai laporan mengenai pelaku yang dipengaruhi oleh ekstremisme sayap kanan sangatlah mengkhawatirkan serta menegaskan bahwa tidak ada ideologi apa pun yang dapat membenarkan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah.